Mari Bersama Bantu Hadirkan Air Bersih Untuk Saudara Kita di Gunungkidul Yang Dilanda Kekeringan

DROPING AIR BERSIH UNTUK WILAYAH KEKERINGAN GUNUNGKIDUL

Update : 13 Aug, 2020

Per Agustus 2020 sebagian wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Padahal selain untuk konsumsi, kebutuhan air bersih untuk sanitasi dan cuci tangan sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Berdasar data BPBD Gunungkidul saat ini wilayah dengan terdampak kekeringan paling parah adalah Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah terdampak mencapai 109. 648 jiwa dan tersebar di 10 kecamatan (Agustus 2020).

Dengan rincian per Kecamatan Girisubo (21.718 jiwa), Rongkop (9.902 jiwa), Tepus (12.441 jiwa), Tanjungsari (20.071 jiwa), Paliyan (16.978 jiwa), Purwosari (4.327 jiwa), Panggang (19.315 jiwa), Ponjong (2.702 jiwa), dan Saptosari (950 jiwa).

75873ccdc7d0f228f38b5e66db181a19.jpg

Kekeringan yang melanda Gunungkidul ini merupakan kondisi kekeringan ekstrim, pasalnya secara topografi Gunungkidul merupakan wilayah dengan landscape perbukitan berbatu, serta di beberapa kecamatan disepanjang pesisir tidak memungkinkan untuk dibuat sumur, karena sulitnya mendapatkan sumber air, sehingga masyarakat tidak ada yang memiliki sumur secara mandiri.

Lebih lagi, data kekeringan yang tertera diatas adalah kondisi ekstrim dimana masyarakat di kabupaten Gunungkidul harus segera dibantu distribusi air bersih untuk kebutuhan hidup mereka. Berdasarkan data kondisi kekeringan 2019 lalu, ribuan hektar lahan di Gunungkidul mengalami puso (gagal panen), di tengah kondisi ekonomi yang sulit tersebut masyarakat masih harus dipaksa untuk membeli air yang harganya ratusan ribu per tangki.

5290118a203285efe2f37bfbfe693681.jpg

Selain Gunungkidul biasanya pola kekeringan juga meluas hingga di Kabupaten Bantul terutama di daerah perbukitan seperti Kecamatan Dlingo dan Imogiri. Di Kabupaten Kulon Progo ketika musim kemarau melanda juga mengalami permasalahan serupa, tahun lalu sebanyak 8 Kecamatan juga terdampak kekeringan yaitu Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Kokap, Pengasih, Girimulyo, Panjatan, Lendah, dan Sentolo.

256929c7433ccf3e20a0e4df66c2d91b.jpg

Sahabat Dermawan, Mungkin kita yang memiliki pendapatan lebih untuk membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan kita. Namun bagaimana rasanya jika dalam kehidupan kita, air yang menjadi salah satu kebutuhan paling penting dalam keseharian kita.

Bersyukurlah kita karena Allah ta’ala masih memberikan dan mengalirkan air untuk kehidupan di sekitar kita. Allah masih menurunkan air hujan untuk menyuburkan peradaban, dan Allah masih menghadirkan orang-orang yang dermawan untuk membantu saudara kita yang kekurangan dan kesulitan.

5b0946dc4b655c511b12fd44c6f74114.jpg
Bismillah, dengan semangat kemanusiaan, mari kita salurkan air bersih untuk membantu saudara sebangsa yang membutuhkan, untuk membantu saudara kita yang tengah dilanda kekeringan dan krisis air bersih melalui program Humanity Water Truck (Droping Air Bersih).

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

#Perbaharui 13 Oct, 2020 Alhamdulillah per Oktober 2020, bantuan air bersih telah terdistribusi sebanyak 200.000 liter, untuk wilayah Gunungkidul DIY, terutama Kecamatan yang tengah mengalami kekeringan ekstrem, seperti Girisubo, Rongkop dll. 

ACT Yogyakarta

Created 12 Aug, 2020 Gunungkidul Kemanusiaan

Rp 2,835,395 Terkumpul